Pencegahan :
~ Pemilihan benur yang berkualitas dan bebas virus (PCR/screening benur yang akan ditebar).
- Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang.
~ Sterilisasi air sebelum tebar dengan double sterilisasi.
~ Penerapan biosecurity dan hygiene sanitation lebih ketat.
~ Persiapan tambak dan penanganan lingkungan yang baik. (Pengeringan tanah dasar untuk oksidasi bahan organik, pengapuran, pemupukan, pengisian air 2 minggu sebelum penebaran).
- Menjaga status kesehatan udang agar selalu prima melalui pemberian
pakan, yang tepat jumlah dan mutu.
- Mengurangi padat tebar (sesuaikan dengan daya dukung lingkungan).
- Melakukan budidaya sistem polikultur.
Penanganan :
Sampai saat ini belum diketemukan cara untuk memberantas penyakit virus maupun jenis obat yang efektif untuk penyakit ini. Oleh karena itu tindakan
Penanganan yang dapat dilakukan adalah :
~ Pergantian air secara rutin setiap hari minimal 5 % dari total volume air.
~ Penggunaan pakan harus dipantau secara ketat agar tidak menimbulkan
penimbunan sisa pakan yang menyebabkan pembusukan.
~ Mengisolasi daerah yang terserang penyakit virus.
~ Melakukan karantina apabila ditemukan udang yang menunjukkan gejala sakit.
- Lakukan pemanenan di tambak/kolam pada saat terjadinya serangan penyakit pemanenan dini tidak dapat mengurangi tetapi hanya mengeliminasi kerugian ekonomi.